Trending

Vaksinasi booster hanya untuk Nakes, anggota DPR RI minta masyarakat ikut mengawasi

Anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham meminta masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan vaksinasi booster yang dikhususkan bagi tenaga kesehatan (nakes) dan tidak untuk di luar nakes termasuk keluarga pejabat.

Hal ini ditekankan Aliyah sebab nakes dinilai menjadi garda terdepan dan pahlawan kemanusiaan yang melayani para pasien Covid-19 dan paling berisiko terpapar virus corona sehingga wajib dilindungi.

“Mohon maaf, saya tidak menyetujui kalau ada keluarga pejabat yang divaksin booster. Tolong laporkan pada kami karena inilah posisi kami sebagai pengawas, sebagai wakil rakyat,” ujar Aliyah dilansir dari Antaranews, Rabu (4/8/2021).

“Vaksin ini agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya kepada para nakes. Kami juga atas nama DPR RI Komisi IX, memperjuangkan booster vaksin ketiga ini khusus untuk para nakes dulu, yang lain bersabarlah,” tutur Aliyah.

Presiden RI Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi walk in di RSUI, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/6/2021). Foto: Humas RSUI
Presiden RI Joko Widodo meninjau pelaksanaan vaksinasi walk in di RSUI, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/6/2021). Foto: Humas RSUI

Dikatakan dia, Indonesia telah mendapat bantuan hibah vaksin moderna dari Amerika sebanyak 3,5 juta, termasuk di antaranya ribuan vial vaksin moderna yang telah tiba di Sulsel.

“Masih ada yang datang lagi bulan Agustus Pfizer. Pfizer itu APBN. Kalau Moderna itu murni hibah Amerika,” tutur Aliyah.

Ditegaskan khusus nakes

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah hanya memberikan vaksinasi dosis ketiga menggunakan vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan. Dengan vaksin tersebut, para tenaga kesehatan diharapkan semakin terlindungi dalam menjalankan perannya sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

“Kami memastikan bahwa vaksinasi ketiga booster dengan vaksin Moderna itu kita berikan ke seluruh tenaga kesehatan kita. Sudah didistribusikan ke seluruh provinsi dan saya mohon sekali agar itu segera disuntikkan ke seluruh tenaga kesehatan kita agar mereka lebih siap menghadapi kalau adanya nanti pasien-pasien yang masuk,” ujar Budi seperti dilihat di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (4/8/2021).

Menkes menyadari bahwa banyak pihak yang ingin mendapatkan suntikan vaksin dosis ketiga. Namun, Menkes mengingatkan bahwa hingga saat ini masih terdapat 140 juta masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama.

“Saya tahu banyak yang ingin mendapatkan booster ketiga, vaksin ketiga. Tolong berikan itu kepada tenaga kesehatan yang harus berjuang mati dan hidup dalam peperangan pada pandemi ini dan tolong kita utamakan saudara-saudara kita 140 juta rakyat Indonesia belum mendapatkan akses terhadap vaksin,” tutur Budi.

Menkes juga menuturkan pesan Presiden Joko Widodo yang mengarahkan agar vaksinasi diprioritaskan kepada daerah-daerah tertentu yang memiliki kasus konfirmasi dan angka kematian yang paling tinggi. Hal ini disebabkan oleh jumlah vaksin yang diterima oleh pemerintah masih terbatas pasokannya.

“Kenapa kami berikan ke beberapa kabupaten/kota lebih banyak? Karena memang kematiannya paling tinggi di sana, orang yang terkena paling tinggi di sana. Jadi mohon pengertiannya memang sampai di bulan Juni kita baru mendapat sekitar 22 persen dari total vaksin yang kita butuhkan,” papar Menkes.

Terkait stok vaksin, pemerintah akan menerima lebih dari 300 juta dosis vaksin mulai bulan Agustus sampai Desember. Oleh karena itu, Menkes mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan vaksinasi yang telah disediakan demi kepentingan bersama.

“Saya percaya bangsa Indonesia itu sudah banyak sekali mengalami tekanan, mengalami kesulitan, mengalami kegagalan, tapi kita selalu bisa bangkit. Kita kembali melawan selama kita melakukan bersama-sama,” kata Budi.

Pada kesempatan tersebut, Menkes juga menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak, terutama di Pulau Jawa dan Bali, yang sudah bekerja keras menghadapi pandemi Covid-19, sehingga angka kasus aktif dapat menurun dalam seminggu terakhir.

“Jadi sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua pejabat publik, kepala daerah, TNI, Polri yang sudah bekerja keras untuk bisa menghadapi pandemi ini terutama di Jawa-Bali yang kemarin naik sangat-sangat tinggi,” pungkas Budi.

Topik

1 Komentar

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close