Trending

Video lengkap ceramah Supriyono, anggota DPRD Bantul yang sebut pemakaman Covid cuma proyek

Sebuah video ceramah anggota DPRD Bantul, Supriyono viral di media sosial baru-baru ini lantaran ia menyebut proses pemakaman korban Covid-19 seperti memakamkan kirik alias anjing.

Video tersebut mulai ramai diperbincangkan usai akun @TRCBPBDDIY membagikannya lewat Twitter. Dalam potongan video yang berdurasi 19 detik itu, dilihat Hops.ID pada Senin, 22 Februari 2021, Supriyono juga mengeluhkan proses pemakaman korban Covid yang seperti kirik alias anjing.

Hidup dan mati itu punya Gusti, tidak ada apa-apa di-Covid-kan, apa-apa di-Covid-kan. Habis operasi kanker payudara penyakit gula pulang di-Covid-kan. Lalu nguburnya seperti ngubur anjing,” ujar politisi dari Partai Bulan Bintang tersebut dalam bahasa Jawa.

Supriyono, anggota DPRD Bantul yang sebut pemakaman korban Covid-19 cuma proyek. Foto: YouTube Jogja Live Streaming
Supriyono, anggota DPRD Bantul yang sebut pemakaman korban Covid-19 cuma proyek. Foto: YouTube Jogja Live Streaming

“Ini alam apa. Dari Dinas Kesehatan dapat proyek semaunya sendiri. Iya enggak?” tanyanya, disusul jawaban “Nggih (iya)” dari suara audiens di balik kamera yang hadir.

Ceramah Supriyono ini lantas membuat geram sebagian orang. Bahkan, BPBD DIY juga merespons ceramah Supriyono ini. Lewat akun Twitter @TRCBPBDDIY, mereka meminta Supriyono untuk mencabut pernyataannya tersebut dan meminta maaf secara terbuka.

Menjelang tengah malam terusik oleh video yang beredar info sementara adalah seorang anggota DPRD Kabupaten Bantul menuduh pemakaman #COVID19 adalah proyek semata. Perkataan biadab dari seorang pejabat yang membahayakan keselamatan rakyat,”tulis akun tersebut.

Relawan penanggulangan Covid DIY demo gegara pernyataan Supriyono yang menyebut pemakaman korban Covid-19 cuma proyek. Foto; Twitter @TRCBPBDDIY
Relawan penanggulangan Covid DIY demo gegara pernyataan Supriyono yang menyebut pemakaman korban Covid-19 cuma proyek. Foto: Twitter @TRCBPBDDIY

Segenap Relawan Posko Dukungan Gugus Tugas DIY mengecam, menuntut pencabutan pernyataan dan permintaan maaf terbuka oleh oknum legislatif tsb. Mendukung rekan2 Relawan Bantul mengambil tindakan tegas, terukur sesuai prokes memberikan edukasi secukupnya kepada ybs,” sambungnya.

Selain membuat tuntutan tersebut, sejumlah relawan juga melakukan aksi di Kantor DPRD Bantul. Melansir Suara Jogja, ratusan relawan dan anggota Satgas Covid-19 se-Kabupaten Bantul dan SAR di Yogyakarta menggeruduk kantor DPRD Bantul seraya membawa replika peti mati lengkap dengan dupa dan kembang.

Ceramah Supriyono disampaikan di acara hajatan

Berdasarkan penelusuran Hops.ID, video ceramah Supriyono yang menyebut pemakaman korban Covid cuma proyek itu dilakukan dalam acara tasyakuran pernikahan dan khitanan.

Supriyono, anggota DPRD Bantul yang sebut pemakaman korban Covid-19 cuma proyek. Foto: YouTube Jogja Live Streaming
Supriyono, anggota DPRD Bantul yang sebut pemakaman korban Covid-19 cuma proyek. Foto: YouTube Jogja Live Streaming

Video tersebut diunggah oleh kanal YouTube Jogja Live Streaming pada 20 Februari 2021 lalu. Dalam video itu, terlihat sepasang pengantin dinikahkan yakni pasangan Frendy Aryanta dengan Ria Asitasari, sebelum Supriyono berceramah.

Video lengkap tersebut berdurasi 4 jam 52 menit. Sementara itu, Supriyono sendiri memulai ceramahnya di durasi 3 jam 19 menit. Hingga artikel ini dimuat, video itu telah ditonton lebih dari 2 ribu kali.

Untuk melihat video selengkapnya ceramah dari Supriyono, anggota DPRD Bantul yang menuai polemik, silakan tonton videonya di bawah ini:

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close