Trending

Heboh ceramah Habib Rizieq soal penggal kepala, Putri Gus Dur: Bahaya sekali

Lagi-lagi video ceramah Habib Rizieq Syihab dipersoalkan. Terkini, ceramah Imam Besar Front Pembela Islam yang disoal adalah desakan penegakan hukum para penghina agama, Nabi Muhammad SAW dan ulama. Dalam ceramah itu, Habib Rizieq sampai mengucapkan jangan salahkan umat Islam kalau besok ada penggal kepala. Pernyataan itu mendapat respons dan kritik dari berbagai kalangan, salah satunya putri Gus Dur, Alissa Wahid.

Pernyataan Habib Rizieq itu dilontarkan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Al Haromain, Pondok Rangon Cipayung Jakarta Timur pekan lalu yang disiarkan oleh Front TV. Potongan pernyataan itu baru viral belakangan ini.

Baca juga: Habib Rizieq gunakan kata ‘lonte’, ternyata begini makna sebenarnya

Putri Gus Dur bilang bahaya sekali

Alissa Wahid, putri Gus Dur
Alissa Wahid, putri Gus Dur. Foto Instagram @alissa_wahid

Putri Gus Dur prihatin dengan pernyataan tokoh sentral FPI tersebut. Dia menolak pernyataan itu dikaitkan dengan umat Islam, sebab menurutnya tidak bisa Islam diatasnamakan untuk pernyataan yang dinilai keji. Alissa Wahid melengkapi respons pernyataan Habib Riziew soal penggal kepala itu dengan tagar #TidakAtasNamaSaya.

“Kalau ada ceramah mengatakan “jangan salahkan umat Islam kalau besok kepalanya dipenggal di jalan” itu #TidakAtasNamaSaya. Saya Muslim, & menolak diatasnamakan utk tindak kekejian seperti itu,” tulis Alissa Wahid di cuitan Twitternya dikutip Rabu 18 November 2020.

Putri Gus Dur itu menilai ancaman penggal kepala dari Habib Rizieq itu sangat membahayakan. Makanya dia minta jangan sampai ceramah seperti itu muncul, apalagi di ruang publik.

“Pada dasarnya, ceramah seperti itu sudah masuk kategori Incitement to Violence (hasutan untuk melakukan kekerasan). Bahaya sekali,” ujarnya.

Diprotes pakar hukum

Habib Rizieq ceramah di Maulid Nabi

Pernyataan Habib Rizieq soal penggal kepala itu juga menjadi perhatian dari guru besar hukum Universitas Indonesia, Jimly Asshiddiqie.

Jimly memandang ceramah model seperti itu malah memperkeruh suasana.

“Ini contoh ceramah yang brsifat menantang & berisi penuh kebencian & permusuhan yang bagi aparat pasti harus ditindak,” tulis Jimly merespons video Habib Rizieq tersebut.

Jimly mengatakan jika ceramah model seperti itu didiamkan, maka akan membuat suasana umat dan kehidupan beragamama menjadi terganggu. Untuk itu dia meminta ceramah provokatif seperti itu disetop, ganti dengan ceramah dengan kebijakan.

“Jika dibiarkan provokasinya bisa meluas dan melebar. Hentikan ceramah seperti ini, apalagi atasnamakan dakwah yang mesti dengan hikmah dan mau’zhoh hasananah,” tulis Jimly dalam cuitannya.

Dalam penggalan video itu, Habib Rizieq mendesak pemerintah khususnya kepolisian agar menindak tegas para penghina Nabi, Islam dan ulama.

Jika tidak, lanjut Habib Rizieq, bukan tidak mungkin pemenggalan seperti yang terjadi di Prancis bisa pula terjadi di Indonesia.

“Kalau tidak diproses jangan salahkan umat Islam, kalau besok kepalanya ditemukan di jalanan!” kata Habib Rizieq.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close