Fit

Naik level! Kini virus corona jadi pandemi, bedanya dengan epidemi?

Meski sudah menjangkiti ratusan negara, sampai kemarin virus corona masih berstatus epidemi. Hingga Rabu, 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menetapkan virus corona jadi pandemi.

Dari data WHO, ada 118.000 kasus dengan 4000 korban jiwa yang tersebar di seluruh benua, terkecuali Antartika.

“Kami belum pernah melihat pandemi yang dipicu oleh virus corona sebelumnya. Dan kami juga belum pernah menemukan sebuah pandemi yang bisa dikontrol dalam waktu yang sama,” kata Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilansir dari CNN.

Meski WHO tetapkan virus corona jadi pandemi, enggak mengubah penilaian WHO terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh COVID-19. “Hal ini tidak mengubah langkah yang diambil WHO dan tidak mengubah apa yang setiap negara harus lakukan,” kata Tedros.

Baca juga: Blunder tulis 25 pasien corona wafat, Rektor UIC mohon maaf

Tedor mengingatkan setiap negara dalam merespons ancaman corona untuk mendeteksi, melakukan tes, mengobati, melacak serta memobilisasi warganya yang terindikasi COVID-19. Maka negara dengan kasus virus corona bisa mencegah penularannya menjadi klaster yang lalu bisa berkembang menjadi penularan di tingkat komunitas.

Virus corona jadi pandemi global. Photo: Pixabay

“Beberapa negara sudah membuktikan kalau penyebaran virus ini bisa ditekan dan dikontrol,” katanya.

Menurut Tedor, WHO sudah memantau kejadian luar biasa COVID-19 dari waktu ke waktu. “Kami sangat prihatin melihat tingkat penyebaran dan keparahan virus corona,” katanya.

“Kami tidak bisa mengatakannya dengan lantang atau sering, tapi semua negara masih bisa mengubah status pandemi ini,” tutur Tedor.

Bedanya pandemi dan epidemi

Pada Januari 2020, di awal kemunculan COVID-19 di China, WHO menyatakan statusnya sebagai Kejadian Luar Biasa darurat kesehatan publik yang menjadi perhatian internasional. Dengan kata lain, status COVID-19 berupa darurat global.

Beberapa saat kemudian, status COVID-19 naik menjadi epidemi. Dan kini, berubah menjadi pandemi. Lalu apa sih, bedanya pandemi dan epidemi?

Suatu penyakit dapat predikat epidemi ketika di suatu area, jumlah populasi yang terinfeksi meningkat di luar perkiraan.

Menurut WHO, pandemi adalah ketika sebuah penyakit baru menyebar secara global. “Sebuah pandemi adalah ketika epidemi menyebar antar negara,” kata David Jones, MD, PhD, profesor culture of medicine di Harvard University, dikutip dari laman Health. Penyakit yang dikategorikan sebagai pandemi dikhawatirkan bisa memicu kepanikan massal.

Epidemi hanya terjadi di area tertentu saja. Tapi ketika epidemi sudah menyebar ke negara atau benua lain, maka statusnya menjadi pandemi.

Ketika suatu epidemi sudah jadi pandemi, perbedaan yang paling besar adalah lebih banyak aparat berwenang yang dilibatkan untuk mengurangi penyebaran penyakit serta upaya penyembuhan mereka yang terjangkit di seluruh dunia.

Dalam skema penyebaran penyakit, pandemi menduduki peringkat tertinggi. Di mana penyakit tersebut dinilai tinggi risiko penularannya atau dari perhitungan berapa banyak penderita penyakit itu serta seberapa jauh penyebarannya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close