Hobi

Duh! Penelitian sebut virus covid-19 mampu bertahan pada daging salmon dingin

Virus covid-19 tak kunjung reda, mutasi yang kini banyak ditemukan membuat penelitian mengungkap virus mampu bertahan di salmon.

Dalam pernyataan resminya para peneliti di China menyebutkan hasil penelitian yang mengungkap virus covid-19 mampu bertahan selama delapan hari pada daging salmoon dingin. Adanya kecurigaan ini merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan para peneliti setempat.

Baca juga: Pengemudi wajib tahu, 5 bagian mobil rentan virus covid-19

Meski berawal dari kecurigaan pihak berwenang Beijing, yang memercayai covid-19 berasal dari salmoon saat wabah melanda beberapa minggu di wilayah itu.

Teknologi AI untuk cegah Covid-19
Teknologi AI untuk cegah Covid-19 Foto: WFEO

Dari hasil kecurigaan yang diperkuat dengan hasil para peneliti menunjukkan adanya virus covid-19 yang terdapat pada daging ikan salmoon yang dingin dan virus tersebut terbilang masih aktif dan mampu bertahan hidup cukup lama.

Hal ini memperkuat bahwa jejak pennyebaran virus covid-19 di negara tersebut berasal dari daging salmon yang dijual di pasar tersebut. Adanya temuan tersebut membuat pemerintah setempat menghentikan penjualan salmon.

Hasil penemuan virus covid-19 pada daging salmon dingin, ditegaskan pemerintah setempat memang benar. Namun virus tersebut bukan berasal dari ikan salmoon, sehingga virus covid-19 hanya hinggap dan bertahan hidup di daging tersebut.

Ilustrasi penelitian covid-19
Ilustrasi penelitian covid-19 Foto: Antara

Terkait pada ikan salmon, melansir new york post bahwa pada suhu dingin 4 derajat celcius virus ini masih mampu bertahan hidup dan hinggap di permukaan daging ikan yang banyak dikonsumsi karena mengandung protein tinggi.

“Ikan yang terkontaminasi Covid-19 dari satu negara dapat dengan mudah diangkut ke negara lain dalam waktu satu minggu, sehingga menjadi salah satu sumber penularan internasional,” ungkap para peneliti

Kondisi ini memungkinkan bagi virus untuk bertahan, karena virus yang terdapat pada ikan terjadi akibat penjualannya berada pada suhu rendah. Kondisi ini yang membuat virus bisa bertahan lebih lama.

Menurut WHO, virus menyebar terutama melalui droplet dengan penularan aerosol dan fomites juga dikenal sebagai jalur penularan.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penularan aerosol mungkin memainkan peran yang jauh lebih signifikan dalam penyebaran virus daripada yang diakui oleh para pejabat, termasuk WHO.

Meskipun penelitian tersebut belum ditinjau dan masih belum jelas apakah virus dari kemasan mendukung penyebaran virus di China atau Selandia Baru belakangan ini, temuannya masih signifikan. Pejabat kesehatan mungkin mempertimbangkan tindakan pencegahan tambahan untuk mencegah pekerja yang menangani salmon dan ikan lainnya terkontaminasi.

Ikan salmon dingin
Ikan salmon dingin foto: Shtterbug75 pixabay

Selain itu, ditegaskan pula terkait penemuan virus pada daging salmoon dingin, bahwa makanan bukanlah sarana penularan covid-19, tetapi para ahli tahu bahwa virus dapat bertahan berhari-hari di permukaan tertentu dan bertahan di udara selama berjam-jam.

Dari pernyataan tersebut, juga diungkapkan hasil penelitian lain dimana pihak berwenang selandia baru menemukan adanya virus corona yang menyebar melalui bungkus kemasan makanan. Sehingga diperkuat WHO bahwa penularan virus bukan terjadi melalui makanan.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close