Fit

Vitamin ini wajib dikonsumsi jelang usia 40, cegah stroke hingga nyeri sendi

Tubuh memerlukan asupan vitamin seiring bertambahnya usia.

Seiring bertambahnya usia, tubuh akan mengalami penurunan metabolisme. Khususnya jika usia jelang 40 tahun, beragam gangguan kesehatan mungkin muncul.

Beberapa orang yang sudah melewati usia 40 tahun pun mulai mengeluhkan adanya penurunan kondisi fisik, misalnya mudah lelah dan kemampuan pengelihatan mulai berkurang.

Ilustrasi obat
Ilustrasi obat. Foto: Pexels

Ketika tubuh mengalami penurunan metabolisme, ada beberapa jenis suplemen yang direkomendasikan dokter. Salah satunya adalah vitamin K. Apa saja sih manfaatnya?

Dilansir laman Knowridge, Senin 7 Desember 2020, vitamin K disebut sangat berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah.

Vitamin K umumnya ditemukan di sayuran hijau, seperti selada, kangkung, dan bayam, dan di beberapa minyak nabati, terutama kedelai dan kanola.

Dalam studi terbaru di Tufts University, para peneliti menemukan orang dewasa yang lebih tua dengan kadar rendah memiliki harapan hidup lebih rendah dibanding dengan mereka yang kadar vitamin K-nya memadai.

Hasil penelitian menunjukkan nutrisi yang ditemukan dalam sayuran berdaun hijau dan minyak nabati, mungkin memiliki manfaat kesehatan pelindung seiring bertambahnya usia.

Studi ini dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition. Salah satu penulisnya adalah Kyla Shea, seorang ilmuwan di HNRCA.

Studi tinjauan melibatkan hampir 4.000 orang Amerika berusia 54-76. Tim mengkategorikan peserta berdasarkan kadarnya di dalam darah mereka.

Para peneliti kemudian membandingkan risiko penyakit jantung dan risiko kematian di seluruh kategori selama kurang lebih 13 tahun masa tindak lanjut.

ilustrasi sakit jantung dan Takikardia
iIlustrasi sakit jantung dan Takikardia Foto: Hackensack Meridian Health

Penemuan tersebut tidak menunjukkan hubungan yang kuat antara kadar vitamin K dan penyakit jantung.

Namun, orang dengan kadar terendah memiliki risiko 19 persen lebih tinggi untuk kematian dini, dibandingkan dengan orang dengan kadar vitamin K yang mencerminkan asupan yang memadai.

Tim tersebut mengatakan serupa dengan ketika karet gelang mengering dan kehilangan elastisitasnya ketika pembuluh darah dan arteri mengalami pengapuran, darah memompa kurang efisien, menyebabkan berbagai komplikasi.

Kemungkinan terkait dengan penyakit jantung dan kematian didasarkan pada pengetahuan kita tentang protein dalam jaringan vaskular yang membutuhkan vitamin K untuk berfungsi.

Protein ini membantu mencegah kalsium menumpuk di dinding arteri, dan tanpa vitamin K yang cukup, fungsinya menjadi kurang.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close