Hot

Wagub DKI larang kerumunan saat perayaan Natal, Ernest: Minoritas mah nurut aja lah

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria telah mengeluarkan larangan mengumpulkan massa pada saat perayaan Natal dan tahun baru 2021. Alasannya, karena saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi saat tanggal perayaan tersebut jatuh.

Menurut Wagub DKI Jakarta itu, perayaan Natal dan tahun baru tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dikutip Bisnis.com, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah mencari bentuk perayaan yang mengacu pada protokol kesehatan, alias perayaan yang tidak memantik kerumunan massa.

Baca juga: FPI: Jangan salahkan Petamburan! Menarik ini dua Kapolda dicopot

Menanggapi kabar tersebut, pelawak tunggal Ernest Prakasa pun memberikan komentarya. Melalui akun Twitter miliknya, Ernest mengutip unggahan dari pengguna lain yang sebelumnya menuliskan prediksi mengenai larangan perayaan Natal dan tahun baru.

Ernest Prakarsa Foto: Instagram
Ernest Prakasa Foto: Instagram

Hehe bakal kejadian nih nanti reunian di Monas, lalu 3 minggu kemudian ada kejadian bubarin misa pakai alasan pritikil kisihitin (protokol kesehatan,” prediksi akun @catuaries, dikutip Hops.id pada Selasa, 17 November 2020.

Akun tersebut kemudian kembali membuat cuitan sambil menyertakan artikel berita mengenai kabar pelarangan kerumunan saat Natal dan tahun baru oleh Wagub DKI Jakarta.

Hehehe benar kan. Komandonya sudah ada. Tinggal yang berseragam putih itu yang gerak. Wagub DKI Larang Kerumunan saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021,” kicau akun itu lagi.

Cuitan yang dikomentari Ernest Prakasa. Foto: Twitter

Menanggapi hal itu, Ernest Prakasa kemudian mengatakan bahwa sebagai kaum minoritas, menaati saja perkataan Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria itu.

“Yuk teman2 umat Kristen dan Katolik kita taati Pak Wagub. Minoritas mah nurut aja lah jangan macem2,” kata sutradara film Cek Toko Sebelah itu.

Cuitan Ernest itu pun viral dan telah disukai oleh lebih dari 9 ribu orang, serta mendapatkan beragam komentar dari warganet Twitter.

Cuitan Ernest Prakasa. Foto: Twitter

“Siap pak wagub. Sayangnya Yesus kami hanya sejauh doa, jadi tidak ada perkumpulan pun kami tetap bersukacita,” tulis salah seorang warganet.

“Natal itu membawa damai dan sukacita, jadi mau berkerumun atau engga pun ya kami ga masalah, karena natal yang sesungguhnya itu mengenai kesukacitaan menyambut Yesus, merayakan ga selalu dengan keramaian, ketika kita menyembah dia melalui puji-pujian di dalam hatipun pasti Tuhan mendengar,” kata yang lainnya.

“Lah orang waktu paskah ngerayain dengan misa di rumah selow aja. Yang penting kan hati dan pikirannya buat Tuhan. Toh juga kondisinya lagi prihatin kaya gini ngerayain rame-rame juga buat apa. Tuhan juga paham banget kondisinya lagi gimana,” komentar warganet.

Sementara itu warganet lain ada yang menyinggung soal menyiapkan uang denda Rp50 juta jika ingin tetap merayakan Natal.

“Kalau mau tetap merayakan natalan siapkan aja dana tambahan 50 juta lagi buat biaya denda yang penting acara tetap jalan tanpa ada pemberhentian. Siapa tau malah dikasih masker gratis juga buat jemaat,” cuit warganet lain sambil menyertakan emoji tertawa.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close