Trending

Gegara ‘walau malaikat datang melamar saya tetap tolak’, dosen bunuh perawat

Sebuah kejadian pembunuhan dosen Arif Satriadin kepada perawat Intan Mulyatin di Bima, Nusa Tenggara Barat menjadi perhatian publik. Pangkalnya adalah lamaran dosen ditolak keluarga si perawat. Dalam pengakuannya, AS sakit hati dengan ucapan keluarga Intan menolak lamarannya dengan kalimat ‘Walaupun malaikat datang melamar saya tetap tolak’.

Lantaran sakit hati, Arif kemudian dendam dan berniat membunuh Intan. Arif kemudian membuntuti si perawat itu dan menikamnya pada Rabu 5 Agustus 2020.

Baca juga: Geger ayah mertua menikah dengan ibu kandung, anak: katanya dibolekan ustaz

Malaikat datang melamar

Ilustrasi seks. Photo: Pixabay
Ilustrasi seks. Photo: Pixabay

Latar belakang hubungan Arif dan Intan berpacaan sejak 2016. Selama pacaran dikutip dari Pojoksatu, Intan meminta ke Arif untuk menikahinya. Namun kala itu Arif belum siap karena pertimbangan finansial.

Pada penghujung 2019, Intan kembali meminta Arif untuk menikahinya. Namun Arif lagi-lagi belum siap, dan Arif meminta bagaimana nikahnya Februari 2020 atau Mei 2020. Namun tak ada respons dari si Intan.

Malahan belakangan Arif mendengar Intan bakal menikah dengan pria lain dua bulan lagi. Mendengar hal itu, Arif meminta pamannya untuk melamar Intan. Namun ditolak dengan alasan masih ada hubungan sepupu dua kali.

Lalu Arif kemudian datang sendiri dan memohon kepada orang tua Intan untuk merestuinya menikah dengan Intan. Namun ditolak dengan ucapan menyakitkan menurut Arif.

“Walaupun malaikat datang (melamar) saya akan tetap tolak,” kata Arif menirukan ucapan orang tua Intan.

Kronologi pembunuhan

Dosen AS ditangkap Tim Puma Polda NTB.
Dosen AS ditangkap Tim Puma Polda NTB. Foto Tribratanews Polkda NTB

Tim Puma Polres Bima Kota berhasil menangkap AS pada Rabu 5 Agustus 2020. Kabihdumas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan Tempat Kejadian Perkara pembunuhan yakni di Jalan Lintas Gunung Raja, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasbar Kota Bima.

“Identitas Korban atas nama Intan Muliatyati (25 tahun) alamat Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Sedangkan pelakunya yakni dengan inisal Arif Satriadin (31) beralamatkan di Dusun Maria Utara, Desa Maria, Kecamatan Wawo Kabupaten Bima,” ungkapnya.

Pelaku mengaku sengaja membuntuti korban dari arah pasar dan melintas di jalan lintas Gunung Raja, kemudian setiba di TKP, Pelaku lansung memberhentikan korban. Antara keduanya saat itu terjadi percakapan dan cekcok.

“Pelaku yang kesal kemudian mengeluarkan pisau dari dalam tas dan langsung melakukan penikaman atau penusukan secara membabi buta terhadap korban, Sehingga mengakibatkan saudari Intan mengalami luka di berbagai bagian tubuh, dan membuat Korban meninggal dunia,” jelas Artanto.

Selanjutnya, Tim Puma Polres Kota Bima yang mendapatkan informasi kejadian tersebut kemudian melakukan penyidikan dan mengantongi ciri-ciri pelaku.

Berkat kerja keras dan kecepatan tim Puma mengetahui bahwa pelaku setelah membunuh korban melarikan diri ke arah jalan Soekarno Hatta.

“Tim kemudian melakukan pengejaran dan penghadangan di jalan lintas Soekarno Hatta. Tidak menunggu waktu lama Pelaku terlihat, dan dengan sigap petugas langsung mengamankannya,” ucap Artanto.

Dari hasil introgasi pelaku mengakui semua perbuatannya, selanjutnya tim melakukan pengembangan terhadap barang bukti Sajam (Senjata Tajam) yang digunakan oleh pelaku membunuh korban yang sebelumnya sudah di buang di semak-semak tidak jauh dari TKP.

Mendengar pengakuan pelaku tak lama kemudian Tim mendatangi TKP dan berhasil mengamankan barang bukti berupa Satu bilah pisau, jaket warna abu, tas berwarna hitam, dan satu buat Dompet kulit.

“Selanjutnya pelaku beserta barang bukti kemudian diamankan ke Mako Satuan Reserse Kriminal Polres Bima Kota,” ujar Kombes Pol Artanto.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close