Unik

Kayak sinetron! Tertukar saat lahir dan baru tahu 20 tahun kemudian, wanita ini tuntut rumah sakit Rp49 M

Seorang wanita menggugat sebuah rumah sakit sebesar £2,5 juta atau sekitar Rp49 M setelah mengetahui bahwa dia tertukar saat lahir dengan bayi lain hampir 20 tahun yang lalu. Gadis berusia 19 tahun itu menyadari kesalahan mengejutkan telah terjadi setelah melakukan tes DNA dan mengetahui bahwa orang yang membesarkannya selama ini bukanlah orang tua kandungnya.

Menukil Daily Record, Senin 13 September 2021, wanita yang enggan disebutkan namanya itu lahir pada tahun 2002 lalu di Rumah Sakit San Millan de Logrono, La Rioja, Spanyol Utara. Selang lima jam kemudian, bayi perempuan lain lahir dan kedua bayi itu disimpan di inkubator yang berdekatan.

Namun ketika kedua bayi tersebut dikeluarkan dari inkubator, mereka diserahkan kepada orang tua yang salah. Yang satu tinggal bersama orang tuanya, dan yang lainnya dibesarkan oleh seorang wanita yang dia yakini sebagai neneknya.

Insiden tertukarnya bayi tersebut pertama kali terungkap pada empat tahun lalu, ketika nenek salah satu gadis itu mengeluh bahwa ayahnya tidak memenuhi tanggung jawabnya. Kemudian setelah dilakukan tes DNA, terungkap bahwa dia sebenarnya bukanlah ayah dari gadis itu.

Kemudian ketika dilakukan tes DNA kedua, terungkap juga bahwa wanita tersebut bukanlah anak dari ibu yang selama ini dia pikir adalah ibu kandungnya.

Ilustrasi bayi baru lahir
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Pixabay

Wanita tersebut dilaporkan juga sudah memberitahu bayi yang tertukar dengan dirinya soal insiden tersebut, yang mengubah hidup mereka berdua.

Otoritas di La Rioja, Spanyol bersikeras bahwa tidak ada korupsi di klinik mereka, dan menyatakan bahwa kedua bayi yang tertukar itu akibat kelalaian petugas rumah sakit.

“Itu adalah kesalahan manusia dan kami belum dapat menemukan siapa yang harus disalahkan,” kata Sara Alba, Kepala Kesehatan setempat dalam jumpa pers.

Pejabat setempat juga mengatakan tidak menemukan kasus lain yang seperti itu saat ini. Sementara itu, Alba menjelaskan pada waktu itu, tahun 2002, sistem rumah sakit berbeda, tidak seperti sekarang yang semuanya sudah terkomputerisasi.

“Dalam kasus klien saya, dia lahir kemudian tetapi diberikan kepada ibu yang melahirkan anak pertama. Ini adalah kelalaian,” ujar Jose Saez Morga, pengacara salah satu gadis yang tertukar tersebut.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close