Trending

Wapres heran Khofifah izinkan salat Idul Fitri di masjid: Harusnya dia patuh

Warga Jawa Timur diizinkan menunaikan salat Idul Fitri di masjid. Hal ini sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kendali Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Izin dikeluarkan Khofifah menindaklanjuti surat edaran dari MUI, yang meminta pemerintah membolehkan pelaksanaan salat di masjid, di tengah pandemi covid-19.

Baca Juga: Sulit diterima akal sehat, Sekjen MUI heran: Bandara ramai, masjid masih ditutup

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Foto: Suara.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Foto: Suara.

Atas hal ini, Wakil Presiden Maruf Amin pun bereaksi. Kata mantan ketua MUI itu, disitat JPNN, tiap daerah termasuk Jawa Timur harus patuh terhadap aturan dan imbauan pemerintah pusat. Termasuk soal penyelenggaraan kegiatan salat Id di masjid, yang jatuh pada 24 Mei 2020 mendatang.

Pernyataan wapres disampaikan juru bicaranya, Masduki Baidowi, Minggu 17 Mei 2020.

“Harusnya Pemprov Jatim patuh. Keputusan Pemprov Jatim ini berlawanan dengan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jatim sebagai zona merah mestinya tarawih di rumah, salat Idul Fitri juga di rumah,” kata wapres sebagaimana dikutip juru bicaranya, Senin 18 Mei 2020.

Kata Wapres Maruf Amin, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebaiknya berkonsultasi dulu dengan pemerintah pusat atau melalui Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sebelum mengeluarkan kebijakan.

Warga melaksanakan salat ashar berjamaah dengan memberlakukan jarak sosial (social distancing), di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Rabu (1/4/2020). Foto: Antara/Irwansyah Putra.

“Gubernur yang telah mengajukan PSBB, mestinya sudah paham larangan larangan terkait PSBB tersebut. Dengan diizinkannya penyelenggarakan salat Idul Fitri di Jatim, terkesan tidak ada koordinasi antara pusat dan daerah dalam penanganan Covid-19 dan wapres menyayangkan hal tersebut,” kata jubir wapres lagi.

Salat di masjid dengan syarat

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Heru Tjahjono mengakui kalau pihaknya atas arahan gubernur telah mengeluarkan surat edaran membolehkan salat Idul Fitri di masjid.

“Jadi surat edaran ini sama persis dengan surat edaran yang dikeluarkan MUI,” kata Heru Tjahjono, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu, 17 Mei 2020.

Sebelum mengeluarkan surat edaran tersebut, kata Heru, Pemprov Jatim telah terlebih dahulu didatangi para tokoh-tokoh agama, yang memberi masukan terkait dibolehkannya salat Idul Fitri di masjid.

Walau begitu, kata Heru, ada syarat-syarat yang mesti dipenuhi jika masjid-masjid ingin menggelar salat Idul Fitri. Di antaranya, khutbah dan surat-surat dalam salat tidak boleh terlalu panjang.

Ilustrasi salat Jumat di Pakistan. Foto: Reuters.
Ilustrasi salat Jumat di Pakistan. Foto: Reuters.

Kemudian, menerapkan jaga jarak lebih dari satu meter. Barisan salat juga wajib dibuat berjarak.

“Jamaah juga nantinya akan dilakukan pengukuran suhu tubuh, dan wajib pakai masker,” jelasnya.

Heru juga bilang, jemaah salat Idul Fitri tidak boleh menyimpan sandal di luar masjid. Artinya, sandal harus di bawa ke dalam.

“Karena proses pengambilan sandal setelah salat biasanya terjadi penumpukan kalau sandal ditaruh di luar. Makanya nanti akan disediakan plastik untuk wadah,” ujar Heru.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close