Trending

Warganet ledeki Fadli Zon usai kritik Ahok: Sejak kapan kadrun rasis?

Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama lagi-lagi menjadi pusat perhatian usai pernyataannya yang menguliti internal korporasi Pertamina. Selain itu, pernyataan yang menjadi perhatian publik dari mulut Ahok salah satunya juga soal kadrun.

Kata dia, apabila Ahok menjabat jadi Direktur Utama Pertamina, akan banyak pihak yang ribut.

Baca juga: Alasan Haris Azhar sebut seragam Satpam mirip Polisi ide konyol

“Persoalannya kalau saya jadi dirut, ribut. Kadrun-kadrun mau demo, mau bikin gaduh lagi Republik ini,” kata Ahok seperti dikutip di channel YouTube POIN.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto: Suara.
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto: Suara.

Atas hal ini, sejumlah pihak pun langsung menyoroti pernyataan Ahok. Salah satunya datang dari anggota Fraksi Gerindra DPR Fadli Zon. Menurutnya, apa yang disampaikan Ahok rasis, dan hanya akan memecah belah.

“Cara komunikasi seperti ini selain rasis juga memecah belah. Atau mungkin memang sengaja?” kata dia.

Kadrun sendiri merupakan kepanjangan kadal gurun yang sudah dipahami banyak orang. Menganggap ucapan itu rasis dan bisa memecah belah, Fadli Zon kemudian dibully netizen yang keheranan.

“Duhh rasis katanya, kayak begini lulusan luar negeri. Sejak kapan kadrun dan kampret jadi ras? Nyinyiran tidak berkualitas zonk,” kata seorang netizen, dikutip Suara, Kamis 17 September 2020.

Banyak netizen mempertanyakan sejak kapan ngomong kadrun dibilang rasis dan masuk salah satu kata SARA.

Apresiasi Ahok

Sementara itu pakar ekonomi energi dari Center of Energy and Resources Indonesia Yusri Usman memberikan apresiasi terhadap langkah Ahok dalam memberikan kritik internal korporasi Pertamina.

“Kami mengapresiasi langkah Ahok, maju terus saja, libas,” kata Yusri di Jakarta, Rabu 16 September 2020.

Yusri juga mengungkapkan keganjilan bagaimana Pertamina tidak menurunkan harga BBM di saat harga minyak dunia tengah anjlok drastis.

Sejak awal April hingga Juni 2020, Yusri berhipotesis bahwa stagnan Pertamina tidak menurunkan harga BBM sepeserpun ketika harga minyak dunia pada posisi terendah selama 43 tahun terakhir karena telah terjadi inefisiensi di proses bisnis Pertamina dari hulu ke hilir.

SPBU Pertamina. Foto: Pertamina.
SPBU Pertamina. Foto: Pertamina.

Yusri juga mengatakan Ahok bisa mengambil langkah tegas di Pertamina, sebab di posisi jabatan komisaris utama, Ahok memiliki beberapa aturan yang dapat mengarahkan Pertamina memberikan evaluasi terhadap kinerja.

Sesuai UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Pasal 31 UU BUMN Nomor 19 tahun 2003 tentang tugas seorang komisaris BUMN, yakni mengawasi dan menasehati direksi, serta tugas dan wewenangnya komisaris lebih lengkap dan detail diatur pada Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan dan Pembubaran BUMN.

“Sangat bisa melakukan tindakan semua itu, atau paling tidak dia bisa membuat rekomendasi dari dewan komisaris ditujukan kepada menteri BUMN untuk mengganti jajaran direksi dan komisaris di holding dan sub holding serta “dicucu” dan “cicitnya” yang telah terlanjur menempatkan orang yang tidak mempunyai kompetensi dan integritas serta tidak kredibel,” ujarnya.

Topik

1 Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close