Sport

Wasit Wahyudin sempat disogok pemain yang injak wajahnya, begini kata dia

Sepak bola Indonesia kembali tercoreng setelah pemain Champas FC asal Bekasi, Nager Dumatubun menginjak kepala wasit. Ia melakukan hal tersebut lantaran tak terima dengan keputusan yang kerap diambil sang pengadil lapangan.

Sebenarnya, pertandingan itu hanya sebatas fun game atau setara kompetisi tarkam. Namun entah mengapa, tensi meninggi, hingga akhirnya sang wasit yang diketahui bernama Wahyudin harus menerima perlakuan tak pantas. Bahkan seusai pertandingan, wajahnya penuh luka lebam.

Baca juga: Pemain bola tarkam di Bekasi injak kepala wasit, bukan nyesal malah bangga

Setelah kasus tersebut viral, wasit 29 tahun itu langsung membuat laporan ke kantor kepolisian. Ia menganggap dirinya telah menjadi korban penganiayaan.

“Setelah saya berunding dengan keluarga dan pesatuan wasit, akhirnya saya buat laporan ke polisi. Tujuan saya ini demi harga diri pribadi, keluarga, dan seluruh wasit di Indonesia. Selain itu juga biar pemain jera, sehingga selanjutnya enggak ada lagi kejadian seperti ini,” ujar Wahyudin, dikutip dari Kumparan, Selasa 14 Juli 2020.

Pemain Bola Tarkam di Bekasi. Foto: Instagram
Pemain Bola Tarkam di Bekasi. Foto: Instagram

Parahnya, ia mengaku, sempat bertemu dengan panitia dan tim dari pemain yang dilaporkan ke Polres Bekasi Kota. Hasilnya, pihak terlapor, yakni tim Champas FC menawarkan sejumlah uang sogokan. Namun, ia menolaknya, meski ditawari berulang kali.

“Mereka minta damai, awalnya mau kasih saya Rp5 juta, saya enggak terima. Lalu sama dia dinaikkan lagi jadi Rp20 juta, tetap enggak bisa. Karena buat saya, ini bukan masalah nominal. Tapi sudah menyangkut harga diri saya, keluarga, dan wasit. Berapapun nominalnya, tetap saya enggak mau damai,” terangnya.

“Sekarang saya sudah serahkan prosesnya ke polisi. Saya tinggal menunggu keputusannya nanti seperti apa,” kata dia menambahkan.

Wasit Wahyudin. Foto Instagram

Diketahui, peristiwa penginjakkan itu terjadi di stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, pada Minggu 12 Juli 2020 lalu. Pertandingan itu, seperti yang telah disinggung di awal, sejatinya hanya turnamen tarkam bertajuk ‘FUN FOOTBALL GILBAR 2020’ yang diramaikan delapan tim dan dibagi menjadi dua grup.

Menurut pengakuan sang pemain, ia terpaksa menginjak kepala wasit lantaran sudah kadung kesal dengan kepemimpinannya. Namun sayangnya, bukan merasa bersalah, ia justru merasa bangga bisa melakukan hal tersebut.

Kesaksian rekan setim

Salah satu pemain Champas FC, Insan May, menceritakan kejadian tersebut kepada Bolalob. Insan merupakan salah satu pemain Champas dan rekan setim si pemain yang menginjak wasit. Ia yang juga dikenal sebagai pemain futsal amatir mengaku tak mengenal dekat pemain yang menginjak wasit tersebut.

“Kami tak saling kenal karena memang itu kumpulan pemain tarkam (antar kampung) yang bermain untuk Champas FC. Keadaan memang lebih rumit dari hanya sebuah foto yang viral itu,” tutur Insan mengawali cerita.

Ia mengaku, wasit memang tidak bekerja baik selama pertandingan. Sebab, pengadil lapangan itu hanya bekerja sendiri, tanpa bantuan hakim garis. Itulah mengapa, meski mengaku kesal, Insan tak sampai melakukan pemukulan.

“Wasit yang bertugas hanya satu dan tidak ada hakim garis. Empat menit pertandingan mau habis, wasit tiup peluit pelanggaran. Tim kami tidak terima dengan keputusan dan rekan setim saya itu lari mendorong dan injak muka wasit. Saya sempat menarik tapi tidak bisa (karena) terhadang,” kata dia. (re2)

Topik

1 Komentar

  1. WOW Beritanya Mantul!!!
    jangan lupa teman teman untuk mengunjungi website Sepak Bola terbaik lainnya
    Di >>> Nowgoal[.]group atau dengan cara ketik di google “Nowgoal”
    Livescore terbaik yang pernah ada!
    Live Streaming Segala Pertandingan Gratis tanpa Batas!
    Membuatmu tak pernah ketinggalan hasil sepak bola secara Real Time!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close