Fit

Waspada! Muntaber jadi gejala covid-19 krusial pada anak

Kasus infeksi virus Corona pada anak relatif jarang terjadi, namun orangtua tetap harus mewaspadai dan mengenali langkah pencegahan. Yang terpenting pahami apa saja gejala covid-19 pada anak.

Sebuah studi terbaru dari Queen’s University di Belfast menyebut bahwa gangguan pada perut seperti diare dan muntah-muntah (muntaber) berpotensi menjadi gejala krusial dari infeksi virus covid-19 yang krusial di kalangan anak-anak.

Baca juga: Kelopak turun dan mata terlihat sayu jadi gejala baru covid-19

Studi itu mendesak gejala yang baru ditemukan ini masuk ke dalam kriteria pengujian virus tersebut. Dilansir laman British Medical Journal, umumnya gejala covid pada anak ditandai dengan gejala demam, batuk serta kehilangan indera penciuman atau perasa.

Namun kini, studi tersebut mengatakan ada gejala diare dan muntah-muntah yang kerap dialami pasien anak. studi tersebut melibatkan 992 anak sehat berusia antara 2-15 tahun di seluruh Inggris, dengan menguji antibodi Covid-19 mereka dan mengumpulkan data terkait gejala-gejala yang mereka derita.

Ilustrasi vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto Instagram @consciouslifenews

Hasilnya menemukan bahwa hampir tujuh persen dari jumlah anak-anak itu teruji positif antibodi Covid-19, yang mengindikasikan bahwa mereka telah terinfeksi sebelumnya meski hanya separuh di antaranya yang menunjukkan gejala.

Di antara semua gejala yang berbeda, demam menjadi gejala yang paling sering diderita dan mencakup 31 persen dari seluruh anak-anak yang terinfeksi Covid-19.

Gejala paling umum kedua adalah gangguan yang berkaitan dengan pencernaan atau gastrointestinal, seperti diare, muntah-muntah, dan kram perut, dengan 13 anak menunjukkan gejala ini, mewakili 19 persen dari jumlah anak-anak yang tertular virus tersebut.

“Gangguan gastrointestinal menjadi gejala covid yang relatif umum diderita anak-anak, dan menambahkan gangguan itu ke dalam daftar gejala (Covid-19) dapat memicu pengujian pada anak-anak yang akan meningkatkan jumlah penemuan kasus,” papar studi itu.

Thomas Waterfield, penulis utama studi tersebut, mengatakan kepada British Medical Journal bahwa masyarakat harus waspada dengan anak-anak yang menunjukkan masalah di perut.

“Mereka harus sembuh dari gejala gastrointestinal dalam 48 jam sebelum kembali bersekolah untuk membantu mengurangi potensi penyebaran virus,” tutupnya.

Baca juga: Rambut rontok parah bisa jadi gejala baru covid-19

Gejala covid-19 pada anak umumnya ringan

Lebih lanjut studi itu juga menyebut umumnya gejala covid pada anak cenderung ringan seperti pilek biasa, atau bahkan bisa tanpa gejala.

Hal ini diduga karena pada anak-anak, kelenjar timus yang terlibat dalam sistem imun tubuh masih bekerja secara maksimal.

Masker Tiga Lapis. Foto: KSL NewsRadio
Masker Tiga Lapis. Foto: KSL NewsRadio

Gejala infeksi virus Corona yang bisa muncul pada anak meliputi, Demam, pilek, radang tenggorokan atau tenggorokan kering, batuk-batuk, hingga sesak napas.

Selain itu, gejala gangguan pencernaan, seperti muntah dan diare, juga bisa terjadi meskipun sangat jarang. Walaupun umumnya ringan, gejala pada anak-anak juga bisa berkembang menjadi syok sepsis dan acute respiratory distress syndrome atau gagal napas akut yang sangat berbahaya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close