Hobi

Waspada! Ada potensi hujan es sepekan ke depan, kenali tanda-tandanya

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa terdapat potensi turunnya hujan es di beberapa wilayah di Indonesia dalam satu pekan ke depan. Hal itu merupakan imbas dari cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di Tanah Air.

Cuaca ekstrem tersebut dijelaskan BMKG akan menyebabkan hujan sporadis yang lebat disertai angin dan petir namun berdurasi singkat. Selain itu, cuaca ekstrem juga bisa memicu terjadinya bencana alam yang lain seperti banjir, banjir bandang, angin kencang, hingga tanah longsor. Cuaca ekstrem juga disebut bisa memicu naiknya tinggi gelombang air laut.

Waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana alam yang terjadi tentu sudah menjadi sebuah keharusan. Nah, untuk waspada dengan potensi turunnya hujan es, ada baiknya mengenali beberapa tanda-tanda akan terjadinya hal tersebut. Melansir Suara Rabu 15 September 2021, berikut adalah indikasi-indikasi terjadinya hujan es menurut BMKG:

Hujan es. Foto: Andrei Stroca di Pixabay
Hujan es. Foto: Andrei Stroca di Pixabay
  • Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah
  • Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60%)
  • Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis – lapis). Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu – abu menjulang tinggi seperti bunga kol
  • Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu – abu atau hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus).
  • Pepohonan di sekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.
    Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kita berdiri
  • Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba. Bila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.
  • Jika 1-3 hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim pancaroba, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang, baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

Sebelumnya, BMKG juga memperingatkan bahwa cuaca buruk bisa memicu terjadinya banjir di Jakarta. Bahkan Jakarta bersama Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur menjadi empat wilayah yang memiliki potensi banjir terbesar dalam beberapa hari ke depan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode sepekan ke depan (hujan secara sporadis, lebat, dan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang, bahkan hujan es), yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close