Hobi

Waspadai obesitas selama masa di rumah saja, cek cara perangi kelebihan berat badan berikut ini..

Anjuran untuk tidak bepergian kecuali untuk keperluan penting selama merebaknya wabah Covid-19 membuat banyak orang jadi menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah. Terlebih saat ini dengan adanya aturan PPKM Level 3-4.

Menurut studi yang diambil dari International Journal of Environmental Research and Public Health, karantina berkepanjangan di rumah dapat menimbulkan pola hidup sedenter, yang meliputi memanjakan diri dengan mengonsumsi asupan makanan berlebih. Sayangnya, hal ini bisa menyebabkan berat badan naik saat karantina hingga memicu obesitas. Jika Sobat Hops mengalaminya, maka SobatHops tidak sendirian.

Pandemi Covid-19 memengaruhi kasus obesitas di dunia. World Health Organization (WHO) menyatakan bagaimana pembatasan sosial selama pandemi Covid-19 dapat meningkatkan risiko obesitas dan menghambat program manajemen obesitas.

Hal ini berkaitan dengan kesulitan mendapatkan makanan sehat, berkurangnya aktivitas fisik, serta terbatasnya akses pelayanan kesehatan. Selain itu, biasanya seseorang akan mengonsumsi lebih banyak cemilan tidak sehat selama masa pandemi.

Dilansir dari hellosehat, Sabtu (31/7/2021), kekhawatiran juga disampaikan oleh lembaga World Obesity Federation, bahwa pandemi Covid-19 dapat berkaitan dengan peningkatan kasus obesitas karena terhentinya program penurunan berat badan (yang umum dilakukan dalam kelompok) dan intervensi penurunan berat badan lainnya.

Adanya kecenderungan untuk memilih produk makanan olahan dengan umur simpan lebih panjang juga dapat berpengaruh terhadap meningkatnya konsumsi kalori, gula, garam, dan lemak. Hal ini jelas dapat menyebabkan dan bahkan memperburuk kondisi obesitas.

Sebuah survei di bulan Mei 2020 menunjukkan bahwa 22% responden melaporkan mengalami kenaikan berat badan sebesar 2.3-4.5 kg dibandingkan sebelum masa pandemi.

Kenaikan berat badan ini diketahui berkaitan dengan perubahan pola hidup tidak sehat yang terjadi selama masa pembatasan sosial, seperti waktu tidur yang berkurang, tingkat aktivitas fisik yang menurun, kebiasaan mengemil setelah makan malam, kecenderungan makan lebih banyak saat stres, serta keinginan untuk makan saat melihat atau mencium aroma makanan.

Stres pemicu utama

Sebenarnya, fenomena ini tidaklah mengherankan. Berada di rumah membuat seseorang lebih sering merasa bosan atau jenuh.

Saat bosan, senyawa kimia di otak bernama dopamine, yang sangat terikat dengan perasaan senang, akan menurun. Alhasil, kita akan cenderung melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan kesenangan, salah satunya makan.

Semakin banyak kita makan saat bosan, semakin kuat otak menganggap makan sebagai sesuatu yang menyenangkan. Siklus ini lah yang membuat seseorang memilih untuk makan saat bosan.

Meski demikian, kejenuhan bukanlah satu-satunya yang menjadi faktor. Munculnya stres karena pemberitaan tentang Covid-19 yang bikin cemas di berbagai media atau karena rasa sedih akibat wafatnya kerabat dan teman terdekat karena wabah virus corona juga dapat memicu stress yang membuat kita makan lebih banyak.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa stres dapat mengubah asupan makanan secara keseluruhan. Kondisi stres dapat membuat seseorang tak bisa mengendalikan keinginannya untuk terus makan. Alhasil, berat badan cenderung akan naik bila seseorang tak bisa mengontrol nafsu makan yang diimbangi gaya hidup sehat.

Bahaya obesitas

Di Indonesia, kasus obesitas sesungguhnya sudah merupakan masalah yang penting diperhatikan karena data Riset Kesehatan Dasar Indonesia menunjukkan bahwa kasus kelebihan berat badan dan obesitas di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.

Data tahun 2018 menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 8 (13.6%) orang dewasa di Indonesia memiliki berat badan berlebih, dan sekitar 1 dari 5 (21.8) bahkan mengalami obesitas.

Data menunjukkan bahwa obesitas merupakan salah satu faktor risiko untuk tingkat keparahan Covid-19. Mereka yang obesitas ternyata lebih berisiko hingga 2 kali lipat untuk memerlukan perawatan di rumah sakit, dan lebih rentan memerlukan perawatan di ruang perawatan intensif.

 Penderita Covid-19 yang obesitas juga lebih berisiko memerlukan perawatan invasive mechanical ventilation (seperti penggunaan ventilator). Selain memiliki risiko tingkat keparahan yang lebih tinggi, data menunjukkan bahwa penderita obesitas juga memiliki risiko kematian yang lebih tinggi apabila terkena Covid-19, secara rata-rata mencapai 48% lebih tinggi. Semakin tinggi berat badan, semakin tinggi juga risikonya.

Terapkan kebiasaan dan pola makan sehat

Hal yang harus Sobat Hops lakukan pertama kali tentu menerapkan pola makan sehat guna menjaga berat badan dan kesehatan secara umum. Anda dapat menerapkan kebiasaan-kebiasaan baru yang lebih sehat, seperti:

*). Makan sesuai waktu

Pastikan untuk makan sesuai jadwal yang ditentukan, serta susun menu makanan dan camilan jauh sebelum waktu makan. Hal ini akan membantu mencegah pemilihan makanan tidak sehat secara impulsif.

*). Jaga porsi makan

Ilustrasi porsi makanan. Foto: Ist
Ilustrasi porsi makanan. Foto: Ist

Gunakan alat makan yang lebih kecil agar porsi makan tampak lebih banyak.

*). Batasi asupan gula

Ganti gula ke pemanis rendah kalori, atau konsumsi camilan bebas gula.

*). Batasi asupan lemak

Hindari gorengan, kulit dan bagian berlemak pada daging. Pastikan Sobat Hops memilih bahan makanan yang mengandung lemak baik, seperti ikan dan kacang-kacangan.

*). Tidur yang cukup

Kurangnya waktu tidur dapat membuat Anda jadi cepat lapar. Tidur memberikan pengaruh yang besar dalam produksi hormon ghrelin dan leptin, hormon yang mengatur rasa lapar. Ketika seseorang tidak tidur dengan cukup, hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan akan melonjak. Sedangkan, hormon leptin yang menguranginya akan jatuh. Ini sebabnya Anda akan merasa lapar, dan berisiko mengalami berat badan naik.

*). Olahraga

Ilustrasi olahraga di rumah. Foto: Ist
Ilustrasi olahraga di rumah. Foto: Ist

Olahraga mungkin terasa lebih memberatkan di tengah pandemi, tapi kegiatan ini yang akan membantu mencegah berat badan Anda naik yang bisa memicu obesitas juga saat karantina. Tak mesti dengan olahraga yang berat, gerak jalan selama pandemi dengan durasi 30 menit dalam sehari dapat menjaga berat badan Anda. Anda juga bisa melakukan olahraga di dalam rumah seperti yoga atau senam kardio.

*). Perbanyak makan buah dan sayur

Daripada menghabiskan uang untuk terus membeli makanan lewat jasa pesan antar, mulailah memasak makanan sendiri dengan bahan-bahan yang lebih sehat. Jangan lupakan membeli sayuran segar dan buah-buahan saat Sobat Hops berbelanja.

Ilustrasi buah dan sayur. Foto: Ist
Ilustrasi buah dan sayur. Foto: Ist

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close