Fit

WHO restui herbal untuk pengobatan infeksi virus covid-19

WHO restui herbal untuk covid-19, dengan persiapan uji klinis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendukung pengujian obat-obat potensial, salah satunya obat herbal potensial untuk mengobati infeksi virus corona.

Laporan terbaru menunjukkan, lisensi WHO akan memungkinkan uji coba fase I/II dari obat-obatan herbal tertentu di beberapa bagian dunia.

Baca juga: Kini negatif Covid-19, Novel Baswedan minum ramuan herbal ini

Pasca pemantauan keamanan dan studi khasiat, peluncuran obat-obatan tersebut juga bisa dipercepat.

Bos WHO Tedros Adhanom. Foto: Reuters.
Bos WHO Tedros Adhanom. Foto: Reuters.

Bukan hanya pengobatan modern dan vaksin yang diupayakan sebagai senjata untuk melawan pandemi Covid-19.

Saat ini, berbagai pengobatan tradisional mulai diteliti secara ilmiah yang dapat dipergunakan untuk menangangi pandemi ini.

Dilansir Science Alert, WHO tergerak oleh tingkat keberhasilan yang terlihat dalam penggunaan bahan tradisional untuk memerangi wabah di masa lalu, seperti Ebola.

Sementara terapi dan perawatan herbal tunduk pada dukungan ilmiah, langkah terbaru ini membawa kita selangkah lebih dekat untuk memerangi krisis COVID-19.

Obat Herbal Afrika

Salah satunya yang disahkan WHO adalah penggunaan obat herbal Afrika, yang ditawarkan oleh presiden Madagaskar. Minuman berbasis artemisia, tanaman dengan khasiat yang terbukti mengobati penyakit malaria sempat disambut dengan cemooh.

Ilustrasi vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto Instagram @consciouslifenews

Namun, pada Sabtu lalu, para ahli di WHO dan tim ilmiah lainnya telah mengesahkan protokol uji klinis pengobatan herbal fase III untuk obat Covid-19 Madagaskar.

Para ahli menilai uji klinis tahap III sangat penting dalam menilai keamanan dan kemanjuran produk medis baru.

“Jika suatu produk obat tradisional ditemukan aman, berkhasiat dan terjamin kualitasnya, WHO akan merekomendasikan untuk manufaktur lokal skala besar yang dapat dilacak dengan cepat,” kata Prosper Tumusiime, direktur regional WHO.

Herbal digunakan melawan epidemi di masa lalu

Pengobatan herbal dan pengobatan alternatif telah teruji pada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan profilaksis dari beberapa terapi dapat mempercepat pemulihan bahkan menurunkan tingkat keparahan.

Ini bukan pertama kalinya ramuan tradisional diuji selama pandemi. Obat-obatan herbal juga banyak digunakan selama krisis Flu Spanyol pada 1918 lalu.

Baca juga: BPOM tak pernah keluarkan klaim jamu-herbal yang bisa bunuh covid-19

Di China, yang menjadi pusat penyebaran, para dokter bereksperimen dengan pengunaan obat tradisional China (TCM) untuk memerangi efek samping yang mengancam jiwa dari beberapa obat konvensional yang digunakan dalam pengobatan.

Obat-obatan China disetujui digunakan pada tahap awal untuk merawat pasien, termasuk penggunaan ramuan tradisional, seperti akar manis, jeruk pahit dan banyak tumbuhan lainnya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close