Fit

WHO sebut, vaksin Sinovac daya ampuhnya paling rendah

Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa vaksin covid-19 Sinovac diberikan gratis bagi seluruh warga Indonesia dewasa tanpa syarat dan tak terkecuali.

Vaksin yang diberikan gratis salah satunya adalah vaksin Sinovac buatan perusahaan China yang bekerja sama dengan Indonesia. Vaksin tersebut rencananya akan didistribusikan di awal 2021 dan saat ini sedang dalam proses bembuatan izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Kabar ini bagaikan dua mata koin bagi masyarakat. Di satu sisi adanya vaksin memberi harapan baru akan mengakhiri pandemi covid-19 yang telah berlangsung selama satu tahun, namun di sisi lain banyak masyarakat yang masih khawatir akan keamanan vaksin, menimbang vaksin Sinovac belum rampung proses ujinya di Indonesia.

Dilansir laman Al Jazeera ternyata vaksin Sinovac merupakan vaksin covid-19 yang paling rendah keampuhannya.

Bahkan diberitakan bahwa dari 20 negara yang telah tercatat memesan Vaksin Virus Corona, memang baru Indonesia yang memesan Vaksin Sinovac.

Ilustrasi vaksin virus corona. Foto: Pexels
Ilustrasi vaksin virus corona. Foto: Pexels

Diketahui sebagai negara yang memproduksi, China sendiri justru memesan vaksin AstraZeneca buatan Inggris sebanyak 200 juta.

WHO rilis data yang menyebut Sinovac punya pengaruh paling rendah

Al Jazeera juga mengungkap data bersumber dari reuters dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dari 10 jenis vaksin yang siap edar, ternyata Vaksin Sinovac memiliki pengaruh terhadap imunitas tubuh yang paling low atau rendah.

Sekadar contoh, Vaksin Moderna berdampak 94,5 persen terhadap imunitas tubuh. Vaksin Pfizer berdampak 95 persen terhadap imunitas tubuh.

Tetapi, Sinovac memiliki dampak terhadap imunitas tubuh yang masuk kategori low atau rendah. Tak hanya itu, China dan Rusia juga dua negara yang dinilai sangat berani karena telah memproduksi vaksin meski uji klinis tahap yang 3 belum selesai.

Sebuah media lokal di Doha Qatar beberapa waktu lalu juga mengungkap data hasil riset terkait pengaruh 10 jenis vaksin terhadap imunitas tubuh.

Hasilnya, Vaksin Sinovac pengaruhnya masuk kategori low (rendah), sementara beberapa merek vaksin lain masuk kategori moderat atau 94-95 persen seperti Vaksin Pfizer dan Moderna buatan Amerika Serikat.

Berdasarkan data yang diungkap ada 20 negara (tidak termasuk Uni Eropa) yang telah memesan vaksin untuk mengatasi pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Ke-20 negara yang telah memesan vaksin tersebut adalah Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Italia, Denmark, Belanda, Prancis, Kanada, China, Brasil, Meksiko, Argentina, India, Spanyol, Australia, Indonesia, Uzbekistan, Mesir, Nepal, dan Israel.

Bos WHO Tedros Adhanom. Foto: Reuters.
Bos WHO Tedros Adhanom. Foto: Reuters.

Data reuters menunjukkan bahwa ada 10 jenis Vaksin Virus Corona yang siap dan telah diproduksi sejumlah perusahaan farmasi dunia dari sejumlah negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Jerman, dan China.

Ke-10 jenis Vaksin Virus Corona tersebut adalah AstraZeneca (Inggris), Cansino Bilogics, Gamaleya Reserach Institute, Inovio-Cepi (Amerika Serikat), Johnson & Johnson Barda Janssen, Moderna (Amerika Serikat), Novavax (Amerika Serikat), Pfizer-Biontech (Amerika Serikat-Jerman), Sinopharm-Beijing Institute of Bilogical Products (China), dan Sinovac (China).

Sedangkan dari 10 vaksin tersebut, Pemerintah RI baru mengizinkan 6 jenis vaksin yang beredar yaitu, vaksin Merah-Putih (lokal), Sinovac, Sinopharm, Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close