Trending

Fakta WNA salah input NIK warga Bekasi jadi gagal vaksin: Kasus selesai, dijamin tak terulang!

Kasus warga Bekasi tak bisa vaksin lantaran NIK-nya telah pakai oleh warga asing jadi heboh. Setelah ditelusuri ternyata NIK warga Bekasi dengan NIK identitas WNA tersebut mirip, cuma beda satu digit angka saja lho. Untungnya kini masalah kekeliruan ini sudah cepat diselesaikan oleh pemerintah. Gegara WNA salah input NIK, warga Bekasi yang gagal vaksin tapi dengan cepat ditangani dan akhirnya warga Bekasi itu sudah divaksin.

Lintas lembaga dan kementerian telah merespons temuan kasus warga Bekasi gagal vaksi karena NIK-nya dipakai oleh WNA Korea Selatan. Bagaimana sih fakta-faktanya kejadian ini ya?

Muslima Fest

Kasus sudah selesai, ternyata salah input NIK

Cara membuat KTP. Foto: Antara
Cara membuat KTP. Foto: Antara

Direktur Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri telah menyelesaikan masalah seorang warga di Bekasi yang gagal divaksin lantaran NIK digunakan orang asing.

Menurut Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh, warga Bekasi yang bernama Wasit Ridwan (47) itu sudah berhasil divaksin pada Selasa kemarin.

“Kasusnya sudah diselesaikan, penduduk kita pak Wasit sudah bisa langsung vaksinasi, kita lakukan pencocokan data NIK kepada Discapil Bekasi dan Dinkes Bekasi, bahwa betul itu NIK-nya pak Wasit,” kata Zudah dalam keterangan resminya dikutip Kamis 5 Agustus 2021.

Lantaran kasus ini ramai, kepolisian turun tangan. Setelah ditelusuri ketemulah masalahnya. Jadi saat WNA Korsel bernama Lee In Wong vaksin di KKP Pelabuhan Tanjung Priok, ternyata ada kesalahan memasukkan data NIK. Lee Ing Wong ngaku salah memasukkan NIK-nya yang mana karena salah itu yang masuk di pendataan adalah NIK-nya Wasit Ridwan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Putu Kholis mengatakan NIK Lee In Wong hanya beda satu digit pada angka terakhir dengan NIK-nya Wasit.

Kan jumlah digit angka NIK itu 8 angka, nah itu beda satu angka saja.

Setelah ketemu salahnya, jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok langsung berkoordinasi dengan KKP Tanjung Priok yang menyelenggarakan vaksinasi, untuk mengoreksi data NIK Lee ke Pusat Data Informasi Kemenkes.

Alhasil dengan pengoreksian ini, Wasit kemudian bisa menjalani vaksinasi.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok dikutip RMOL, menjelaskan kok bisa NIK WNA dengan warga Indonesia beda satu digit saja.

Jadi, AKBP Kholis menjelaskan WNA salah input NIK ini terjadi karena NIK-nya Lee itu adalah sementara, yang mana tertera dalam Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) yang dirilis oleh Discapil Kabupaten Bekasi pada 23 Februari 2021.

“Mohon diperjelas agar masyarakat tahu bahwa NIK yang digunakan adalah NIK SKTT dari Dukcapil. Bukan NIK KTP,” ujarnya.

Solusi kesalahan NIK vaksinasi

Proses vaksinasi di kantor PKB. foto: Ist.
Proses vaksinasi di kantor PKB. foto: Ist.

Belajar dari kejadian ini dan mencegah terjadinya kasus sejenis serta penyalahgunaan NIK untuk vaksin di masa depan, Kemendari kemudian berkoodinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika BPJS Kesehatan dan PT Telkom bersama Ditjen Dukcapil.

“Kita semua sepakat untuk data vaksin harus bersumber dari NIK Dukcapil. Untuk itu tanggal 6, hari Jumat lusa akan ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan aplikasi PCare BPJS Kes dan aplikasi PeduliLindungi Kominfo serta Kemenkes dengan Dukcapil untuk integrasi data dengan NIK,” Zudan dalam keterangannya.

Dengan demikian mulai besok, Zudan mengatakan proses vaksinasi bakal menggunakan verifikasi data kependudukan dengan NIK yang berbasis dari Dukcapil.

Zudan menyatakan, Kemendagri mendukung penuh aplikasi PeduliLindungi dan PCare dan meminta permasalahan salah NIK dan warga belum punya NIK dalam proses vaksinasi, dicarikan solusi yang tepat untuk masyarakat. Dengan integrasi data menggunakan NIK Dukcapil, diharapkan masalah-seperti ini akan dapat diminimalkan.

“Nantinya setelah PeduliLindungi PCare terintegrasi dengan data DUkcapil. Setelah terintegrasi, Insya Allah semua NIK yang dimasukkan akan langsung bisa diverifikasi dengan NIK dari Ducapil. Dengan model ini maka kesalahan NIK tak terulang kembali dan bisa kita minimalisasikan,” kata Zudan.

Dia mengatakan jajarannya di Dukcapil akan membantu sosialisasi Surat Edaran Kemenkes tentang pelaksanaan vaksinasi dan Perjanjian Kerja Sama kepada Dinas Dukcapil Daerah seluruh Indonesia agar saling membantu terselenggaranya vaksinasi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close