Fit

Wow! Ini daftar negara yang ikut dihantam badai Delta selain Indonesia

Kasus covid akibat varian Delta kian melonjak di Indonesia. Penularan dan kematian seakan turut menanjak naik, sampai mengguncang infrastruktur di republik ini.

Vaksinasi yang masih berjalan lamban, menimbulkan kekhawatiran virus itu bakal terus menular.

Sebelum Indonesia, varian Delta pertama dideteksi di India dan kini menjangkiti negara-negara tetangga di Asia. Bahkan Delta kini dijuluki oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai varian yang paling menular saat ini.

Menurut laporan BBC, dikutip Rabu 21 Juli 2021, Nepal menjadi negara yang mengalami serangan sangat parah. Lonjakan infeksinya sudah melampaui daya tampung fasilitas kesehatan setempat.

Demikian halnya dengan Afghanistan, mencetak rekor paling tinggi pada Juni lalu. Sang menteri kesehatannya, Wajid Majrooh, mengungkapkan bahwa 60 persen kasus di Ibu Kota Kabul akibat varian Delta.

Masker jadi benda wajib selama pandemi COVID-19.
Masker jadi benda wajib selama pandemi COVID-19. Foto: Pixabay

WHO juga baru-baru ini melaporkan lonjakan kasus Delta di Indonesia, Bangladesh, dan Thailand.

Bukan cuma Indonesia, Thailand ikut dihantam Delta

Bangladesh memiliki perbatasan yang panjang dengan India, Bangladesh juga mengalami kenaikan kasus sejak pertengahan Mei. Varian Delta juga ditemukan dari 92 persen rangkaian tes di negara itu hingga 28 Juni lalu, menurut OWID.

Di tengah kenaikan kasus, negara itu mencabut pembatasan dan lockdown menjelang hari raya Idul Adha pekan ini.

Pemerintah menyatakan akan kembali menerapkan lockdown yang lebih ketat lagi usai perayaan Idul Adha. Walau Bangladesh lebih cepat dari banyak negara lain dalam memulai vaksinasi, namun ternyata berjalan lamban.

April lalu, Bangladesh terpaksa menunda vaksinasi setelah India menunda pengiriman vaksin AstraZeneca. Vaksinasi kini dilanjutkan lagi dengan pasokan Sinopharm asal China dan Pfizer yang disediakan lewat skema bantuan internasional Covax.

Belum sampai 3 persen dari populasi di Bangladesh yang sudah divaksin hingga 13 Juli lalu.

Sementara Thailand, naiknya jumlah kasus dan kematian di sana juga dikaitkan pula dengan varian Delta. Hal ini seperti yang diungkap Departemen Ilmu Kedokteran.

Direktur Jenderal Departemen Ilmu Kedokteran, Dr Supakit Sirilak, kepada media mengatakan bahwa varian Delta kini sudah menjalari 71 dari 77 provinsi di Thailand.

Sebanyak 62,6 persen dari total 3.300 kasus berasal dari varian Delta, menurut data resmi.

Ilustrasi pemakaman jenazah COVID-19. Foto: Antara
Ilustrasi pemakaman jenazah COVID-19. Foto: Antara

Pemerintah Thailand kini mengumumkan lockdown di Ibu Kota Bangkok dan kawasan-kawasan lain yang juga berisiko tinggi. Apalagi baru sekitar 5 persen rakyat Thailand yang sudah divaksinasi penuh pada akhir Juni.

Beberapa pekan lalu Thailand membuka lagi wilayahnya untuk turis asing, namun kembali menerapkan beberapa pembatasan.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha beberapa waktu lalu kepada media mengaku bahwa pembukaan wilayah Thailand untuk turis asing mengundang risiko yang harus diterima sehingga rakyat Thailand bisa mendapat nafkah.

Negara Asia lainnya

Selain itu, ada pula Pakistan yang mengalami peningkatan kasus setelah sempat menurun signifikan pada Mei dan Juni, dengan 92 persen dari rangkaian tes di Kota Karachi menunjukkan varian Delta.

Lalu baru 2 persen populasi di Pakistan yang sudah divaksinasi penuh. Kasus di Mongolia menurun sejak awal Juli, setelah gelombang penularan yang parah saat mengalami satu dari tingkat penularan dan kematian tertinggi per kapita di Asia.

Kini lebih dari 50 persen populasi di negara itu sudah divaksinasi penuh – sebagian besar dengan vaksin Sinopharm buatan China.

Beberapa laporan menunjukkan keterkaitan lonjakan kasus termasuk Indonesia dengan Delta, terjadi di negara-negara yang sangat bergantung pada vaksin-vaksin buatan China.

Namun seorang pejabat di Mongolia Juni lalu mengatakan bahwa kenaikan kasus terjadi setelah negaranya mencabut lockdown, bukan karena vaksin asal China tidak efektif.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close