Hobi

Wuling Cortez turun kasta, mesin 1.8 liter disuntik mati ganti mesin kecil

Wuling Cortez merupakan model kendaraan keluarga atau biasa disebut multi purpose vehicle (MPV) kelas menengah yang ditawarkan Wuling untuk konsumen di tanah air. Namun kini Cortez turun kasta tak lagi menjual mesin 1.8 liter dan menawarkannya dengan mesin yang lebih kecil kapasitasnya.

Sebagai MPV kelas menengah keputusan produsen asal Tiongkok memilih tak lagi memasarkan mesin kapasitas besar yakni 1.8 liter, merupakan salah satu strategi untuk memberikan produk dengan efisiensi bahan bakar yang lebih efisien.

Muslima Fest

Menurut Product Planning PT SGMW Wuling Indonesia, Danang Wiratmoko, menilai model mesin dengan kapasitas 1.5 liter merupakan pilihan yang paling baik yang ditawarkan Wuling untuk konsumen di Indonesia.

Pabrik wuling di Indonesia
Produksi mobil Wuling di Indonesia Foto: Wuling Indonesia

“Mesin 1.5 liter memang paling ideal untuk pasar Indonesia, dibanding mesin kapasitas 1.8 liter, tentu konsumsi bahan bakar lebih irit dan pajak yang dikenakan konsumen jauh lebih murah dengan mesin 1.5 liter,” ungkap Danang dalam On-Site Review Wuling Cortez CT Type S di Jakarta, Selasa 21 Juli 2020.

Meski menawarkan mesin dengan kapasitas lebih kecil, terkait tenaga yang dihasilkan membuat Wuling mengikuti trend industry otomotif global, yakni dengan menanamkan perangkat turbo sebagai kompensasi besaran hasil tenaga dari penggunaan mesin kapasitas 1.5 liternya.

Baca Juga: Suzuki Karimun Wagon R 7 penumpang kembali terungkap, siap meluncur?

Pada varian terbaru Cortez dengan mesin 1.5 liter, perangkat turbo menjadi standar yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga mesin bagi konsumen. Besaran tenaga yang dihasilkan melalui mesin ini mencapai 140 hp.

Wuling Cortez CT tipe S
Wuling Cortez CT tipe S Foto: Wuling

“Kita pasangkan perangkat turbo, untuk menyesuaikan bobot kendaraan dan penumpang yang mencapai 7 orang, dengan tenaga 140 hp dirasa cukup mumpuni bagi Cortez dalam menunjang performa kebutuhan tenaga bagi pemiliknya,” jelas Danang.

Wuling Cortez CT S lawan MPV tenar

Hadirnya Wuling Cortez CT S tak lepas sebagai salah satu strategi yang dijalankan Wuling mengisi segmen pasar MPV gemuk yang saat ini didominasi MPV terkenal. Karenanya tipe S ini sendiri menjadi salah satu pilihan yang ditawarkan untuk konsumen dengan harga terjangkau.

Terkait harga yang ditawarkan pun terbilang lebih murah, bahkan Wuling Cortez baru saja meluncurkan varian CT S yang menjadi tipe terbawah dengan harga yang kompetitif mulai dari Rp209 -Rp233 juta-an.

Segmentasi harga tersebut, merupakan celah pasar yang belum dimiliki Wuling, sedangkan peluang di pasar tersebut cukup besar. Saat ini pada ceruk pasar mobil dengan harga Rp200-Rp250 juta, diisi oleh beberapa model MPV seperti Ertiga, Avanza, Xenia dan Xpander yang penjualannya cukup besar.

“Hadirnya Wuling Cortez sebagai model MPV kelas menengah, melalui tipe S diharapkan mampu meramaikan ceruk pasar mobil MPV di Indonesia.” tambah Danang.

Wuling Cortez CT Tipe S
Wuling Cortez CT Tipe S Foto: Wuling

Penjualan Wuling Cortez 1.8 liter

Wuling Cortez yang hadir sebagai MPV kelas menengah, awalnya diluncurkan untuk menyaingi Toyota Innova yang berada di kelas menengah namun dengan harga yang jauh lebih murah. Namun penjualan Cortez di Indonesia sendiri terbilang cukup baik.

Berdasarkan data Gaikindo sepanjang 2019, model MPV dengan mesin 1.8 tersebut mampu terjual sebanyak 682 unit. Sedangkan data penjualannya penjualannya jika dilihat di akhir tahun, Wuling Cortez 1.8 sepanjang Desember 2019 mampu terjual sebanyak 48 unit.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close