Trending

Yahya Waloni sebut COVID-19 cuma akal-akalan: Jangan mau dibodohi!

Ustaz Yahya Waloni berkali-kali mengaku ragu dengan kebenaran COVID-19. Sebab, menurut dia, pandemi yang telah membunuh jutaan jiwa tersebut hanya ‘rekayasa bisnis’ semata. Itulah mengapa, hingga kini, dia tak pernah mau mengenakan masker.

Disitat dari video berjudul ‘Vaksin Kok Dipaksa, Bahkan Sampai Mau Dipenjara, Rezim Apa Ini?’ di saluran Youtube Termometer Islam, Ustaz Yahya Waloni mengatakan, saat ini masyarakat terpecah menjadi dua kubu. Yakni, yang memakai masker dan tidak memakai masker.

Padahal, kata dia, orang yang tidak memakai masker bukan berarti salah. Bisa jadi itu hanya sekadar prinsip alias preferensi pribadi. Lagipula, menurutnya, Presiden Jokowi sendiri yang bicara mengenai ‘berdamai dengan COVID-19’.

Kapolres Wonosobo dan anggota makamkan jenazah pasien Covid-19
Kapolres Wonosobo dan anggota makamkan jenazah pasien Covid-19. Foto Tribratanews Polda Jateng

Jika hendak berdamai, tambah dia, maka sebaiknya jangan terkungkung dengan aturan mengenai wajib menggunakan masker.

“Orang yang pakai masker gini kan cuma tiga persoalannya, yaitu percaya, takut dan cinta kepada corona. Sementara yang tidak pakai masker, pertama tidak disiplin, kedua beriman bahwa corona benar-benar ada, dan ketiga mengikuti apa yang disampaikan Pak Jokowi (soal berdamai dengan corona),” ujarnya dikutip Selasa 16 Februari 2021.

“Jangan takut! Ini di jalan-jalan, orang yang pakai masker takut-takut (sama yang enggak pakai), kayak yang paling sehat, padahal bengek. Jadi ada pembelahan masyarakat dengan (kewajiban memakai) masker ini,” sambungnya.

Ustaz Yahya Waloni. Foto: Youtube.
Ustaz Yahya Waloni. Foto: Youtube.

Pria yang dikenal keras saat berdakwah itu menambahkan, sejak dulu dia tak pernah mau memakai masker. Sebab, menurutnya, COVID-19 hanya sekadar permainan bisnis, alias akal-akalan pihak tertentu.

“Saya enggak pernah pakai masker. Begitu pemerintah umumkan karantina rumah tangga, Allahuakbar, tiga bulan saya enggak ke luar rumah.”

“Ini kan permainan (bisnis) WHO yang bersekutu dengan mafia-mafia. Makanya ujung-ujungnya rapid test harus bayar,” tegasnya.

Soal COVID-19, Yahya Waloni ingatkan umat jangan mau dibodohi

Yahya Waloni mengingatkan, sakit dan mati sejatinya sudah digariskan Tuhan. Maka, berkaca dari hal itu, masyarakat diminta jangan terlalu takut dengan COVID-19.

“Enggak usah lari, jangankan penyakit, mati pun kita enggak bisa menghindar. Kalau udah waktunya, mau lari ke mana?” ucapnya.

Ia sekali lagi menegaskan, pandemi yang sedang melanda kita saat ini mungkin hanya sekadar permainan bisnis. Itulah mengapa, kata dia, umat Islam sebaiknya buka mata. Jangan mau dibodohi-bodohi pihak tertentu.

“Entah (COVID-19) ada atau tidak, yang saya tahu ujung-ujungnya bisnis. Ini yang lain di kantor-kantor dan di hotel-hotel pura-pura pakai masker. Padahal udah setengah mati bernafas.”

“Bukan melawan, Kok jadi ustaz melawan? Tidak melawan. Tapi kita menjelaskan pada umat untuk cerdas memahami segala bentuk realitas. Umat Islam ini jangan terlalu bodoh. Apa yang dikatakan (pemerintah), iya iya saja,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close