Sport

Eropa perketat orang asing, Rossi & Vinales bakal kehilangan 10 teknisi

Gelaran MotoGP yang akan banyak diselenggarakan di kawasan Eropa, tak menguntungkan bagi Valentino Rossi dan Maverick Vinales yang masih membel tim Monster Energy Yamaha MotoGP. Ketatnya wilayah Eropa terkait pembatasan orang asing yang masuk ke beberapa negara tersebut, membuat Yamaha bakal kehilangan mekanik Rossi dan Vinales.

Tercatat dalam aturan yang ditetapkan beberapa negara di kawasan Eropa telah memberlakukan pembatasan kuota bagi warga negara asing, terutama kawasan Asia yang dinilai masih sebagai wilayah zona merah penyebaran covid-19. Kondisi itu membuat Yamaha MotoGp, akan mengalami kesulitan dalam menjalankan balapan.

Ketatnya izin masuk, akan berdampak langsung pada tim pabrikan Monster Energy Yamana, dimana beberapa mekaniknya berasal dari Jepang dan Australia. Kondisi ini akan memengaruhi kinerja tim karena akan kekurangan sebanyak 10 mekanik.

Maverick Vinales Foto: yamahamotogp

Rossi dan Vinales diketahui memiliki teknisi andalannya yang berasal dari kedua negara. Dengan adanya ketetapan tersebut, diperkirakan kedua pembalap akan mengalami kekurangan dukungan dari tim mekanik yang telah mensuport selama beberapa musim di MotoGP.

Prinsipal Monster Energy Yamaha, Lin Jervis menilai bahwa hal ini tidak adil. Karena Yamaha akan mengalami kesulitan saat menghadapi persaingan balapan, khususnya di Jerez yang akan berlangsung pada 19 Juli mendatang.

Baca juga: Bisnis Astra karut marut akibat pandemi, jualan mobil hanya 17 ribu unit

“Yamaha sangat khawatir dengan adanya pembatasan pergerakan para teknisi Yamaha yang berasal dari Jepang dan Australia akibat pembatasan kuota bagi warga Asia yang masuk ke negara tersebut,” ungkap Lin seperti dilansir GPOne, selasa 16 Juni 2020.

Valentino Rossi di atas tunggangannya Yamaha M1
Valentino Rossi pembalap Monster Energy Yamaha Foto: MotoGP

Meski saat ini Lin belum bisa mencari solusi terhadap pembatasan pergerakan timnya saat balapan nanti, namun diperkirakan tim Monster Energy Yamaha akan tetap mengandalkan 45 orang saja. Sehingga 10 orang teknisi lain, akan tetap berada di negaranya dan tidak bisa mengikuti balapan di MotoGP yang berlangsung di Eropa.

“Jumlah kru dikurangi menjadi 45 orang. Mempertimbangkan situasi tersebut, untuk saat ini ada 10 orang di tim kami yang akan terjebak di rumahnya, yaitu tujuh orang berkewarganegaraan Jepang dan tiga Australia,” imbuh pria berkebangsaan Inggris tersebut.

Musim terakhir Rossi bela Monster Energy Yamaha

Nasib Valentino Rossi sendiri akan mengakhiri kontraknya hingga akhir 2020, dan dipastikan tidak akan diperpanjang tim pimpinan Jarvis. Mengingat tim tersebut telah memilih Fabio Quartararo yang akan menjadi rekan satu tim bersama Maverick Vinales di lintasan balap.

Valentino Rossi sendiri saat ini hanya memiliki dua pilihan yakni pension atau menerima pinangan tim Satelite Yamaha Petronas. Pilihan kedua justru terkesan sebagai langkah barter pembalap, dimana Quartaro sebelum didebut tim Monster Energy Yamaha merupakan pembalap Petronas.  

Lin Jarvis Monster Energy Yamaha
Managing Director Monster Energy Yamaha Foto: Crash.net

Karenanya Jarvis sangat berharap besar pada formulasi dua pembalap terbarunya ini, dengan tetap mengandalkan Vinales di lintasan sirkuit, sambil melihat performas Quartararo yang baru saja bergabung bersama.

Atas harapan tersebut, Jarvis sendiri mengungkap prestasi Vinales juga tak bisa dipandang sebelah mata, dimana tahun lalu, Vinales berhasil mendobrak persaingan MotoGP dengan duduk di posisi tiga besar klasemen akhir pembalap.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close