Trending

Mulai terancam, Yoris diam-diam jual tanah untuk bayar pengacara

Kakak kandung Amalia Mustika Ratu sekaligus putra pertama Tuti Suhartini, Yoris Raja Amanullah diam-diam bakal menggunakan jasa pengacara untuk mendapat pendampingan terkait kasus pembunuhan yang menewaskan dua keluarganya di Subang, Jawa Barat.

Diketahui, sejak jasad ibu dan adiknya ditemukan tanpa nyawa di bagasi kendaraan mewah, Yoris dan istrinya mulai merasa tak tenang. Sebab, mereka khawatir bakal mengalami nasib yang sama dengan Tuti dan Amel.

Muslima Fest

Kepala Desa atau Kades Jalancagak, Subang, Indra Zaenal yang masih memiliki hubungan saudara dengan Yoris mengatakan, pihak keluarga telah bermusyawarah untuk memakai jasa pengacara untuk memberi pendampingan terhadap Yoris dan Danu.

“Karena kemarin ada beberapa yang tidak mengenakan, makanya saya akan bermusyawarah dengan Yoris dan pihak keluarga lainnya,” ujar Indra, dikutip Hops, Sabtu 16 Oktober 2021.

Yoris Subang. Foto: Ist.
Yoris Subang. Foto: Ist.

Menurut rencananya, Indra akan menggunakan jasa pengacara teman-temannya, sebab dirinya juga tercatat sebagai pengacara dan anggota Paradi atau Perhimpunan Advokat Indonesia.

“Saya juga seorang advokat dan kebetulan sekarang lagi cuti. Jadi nanti akan menggunakan teman-teman saya untuk mendampingi Yoris dan Danu,” terangnya.

Meski demikian, Indra menyadari, untuk menggunakan jasa pengacara dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan cenderung besar. Itulah mengapa, pihak keluarga Yoris harus menjual tanah untuk mendapatkan sejumlah uang.

“Kita harus mengeluarkan biaya, paling tidak jual tanah, kebun teh masih banyak,” tegasnya.

Yoris terancam usai pembunuhan Tuti Amel di Subang

Sebelumnya, istri Yoris, Yanti Jubaedah mengungkap, suaminya tersebut mulai khawatir setelah Tuti dan Amel dilaporkan tewas di rumahnya. Lebih lagi, dua bulan pascakasus itu, polisi belum mampu mengungkap siapa pelakunya.

“Kenapa sih pelakunya belum tertangkap? Saya juga sangat takut, karena apa ya… Yoris itu tinggal satu-satunya (keluarga) yang tersisa. Jadi mamah, Amel kan udah dibunuh, Yoris tinggal satu-satunya,” tuturnya.

Yoris dan instri menunggu kedatangan Yosef
Yoris dan instri menunggu kedatangan Yosef di kantor Desa Jalancagak. Foto Kompas TV

Bukan hanya Yoris, Yanti secara personal juga mengaku tak nyaman dengan proses pemeriksaan polisi yang berkepanjangan. Dia khawatir, saat tertidur, dia dan suaminya mengalami perlakuan yang serupa, yakni dihabisi nyawanya.

“Jadi saya merasa tidak nyaman dan merasa terancam. Saya juga takut kalau tidur, takutnya apa? Takut dibunuh kayak gitu. Saya enggak tahu ya motifnya itu seperti apa,” kata Yanti.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close