Trending

Yosef curiga Yoris bunuh Tuti-Amel, pakar hukum: Kenapa fitnah orang lain?

Memasuki pekan ketiga pemeriksaan, kasus pembunuhan yang menewaskan Tuti Suhartini dan putrinya, Amalia Mustika Sari di Subang, Jawa Barat agaknya makin rumit dan membingungkan. Bahkan, yang terbaru, pihak keluarga terlihat saling menyimpan kecurigaan.

Suami sekaligus kepala keluarga korban, Yosef Hidayah secara tak langsung mencurigai putra tertuanya, Yoris Raja Amanullah yang kerap berkunjung ke rumah Tuti-Amel malam-malam. Sebab, menurut keterangan polisi, pelaku kemungkinan memiliki akses ke kediaman korban secara bebas.

Muslima Fest

Pakar hukum Ricky Vinando mengaku heran dengan sikap Yosef yang secara pasif menuding Yoris terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut. Sebab, menurutnya, sejauh ini Yosef yang terlihat depresi dan ketakutan, lantas mengapa justru menuduh orang lain?

“Kalau tidak salah kenapa harus depresi, tertekan, ya ketakutan itu apalagi sekarang setelah depresi, merasa difitnah, tapi sekarang malah bilang ada orang lain yang juga punya akses masuk ke dalam rumah yang jadi TKP,” ujar Ricky Vinando, dikutip dari Beritasatu, Rabu 8 September 2021.

“Kenapa fitnah orang lain? Orang lain siapapun itu tidak logis bisa menguasai penuh dan mengetahui situasi rumah sampai dua korban telah menjadi mayat lalu baru kemudian dia sampai setelah semuanya selesai, kok bisa semuanya sudah selesai baru sampai rumah,” lanjutnya.

Yoris, anak sekaligus kakak dari korban pembunuhan Subang. Foto: Ist.
Yoris, anak sekaligus kakak dari korban pembunuhan Subang. Foto: Ist.

Yosef diduga terlibat pembunuhan Tuti Amel Subang

Ricky menduga, keterangan Yosef yang berniat mengambil stik golf di pagi hari setelah pembunuhan merupakan kebohongan besar. Menurutnya, itu hanya cara Yosef terlepas dari berbagai tuduhan dan tudingan.

“Ini diduga kuat hanya alibi agar tidak terjerat kasus ini agar seolah-olah dia (Yosef) tidak ada kaitannya sama sekali dengan penemuan mayat di rumahnya sendiri. Dia berusaha menjauhkan dirinya dari locus delicti,” tuturnya.

“Tapi secara logika hukum pidana, untuk kasus ini, yang paling mengetahui bagaimana situasi dan kondisi TKP hanya dia, tidak ada orang lain,” lanjutnya.

Yosef Hidayah dipanggil Polisi jalani pemeriksaan. Foto: Ist.
Yosef Hidayah dipanggil Polisi jalani pemeriksaan. Foto: Ist.

Bukan hanya itu, menurut Ricky, Yosef juga kerap berbohong di berbagai kesempatan. Itulah mengapa, untuk membongkar kebohongan tersebut, dia mendesak kepolisian setempat memeriksa Yosef dengan alat pendeteksi kebohongan atau lie detector.

“Saya prihatin lihat kasus ini belum terungkap. Saya kepada Kapolres Subang (meminta) agar Yosef diperiksa saja pakai lie detector, supaya kasus  ini cepat terungkap.”

“Lakukan saja teknik seperti yang dulu pernah dilakukan Polda Bali terhadap Margareth Megawe dalam kasus Engeline di Bali,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close