Hobi

Kemenhub tetapkan zonasi berkendara, jumlah penumpang bertambah

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan telah menetapkan sistem zonasi berkendara yang mengacu pada Surat Edaran Nomor 11/2020 tentang Pedoman dan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Transportasi Darat di masa adaptasi kebiasaan baru yang diterapkan.

Dalam aturan zonasi berkendara ini, tersebut dalam surat edaran, jumlah penumpang yang bisa diangkut dalam kendaraan bertambah dibanding jumlah penumpang disaat masa pandemi covid-19 berlangsung. Aturan zonasi yang telah ditetapkan kendaraan kini boleh mengangkut 85 persen penumpang dari kapasitas kendaraan.

Sedangkan untuk zona yang dinilai berbahaya, toleransi Kemenhub dalam aturan tersebut, hanya diperbolehkan mengangkut 50 persen penumpang saja. Pembatasan tersebut dilakukan berdasarkan data wilayah terdampak dari penyebaran covid-19.

Ilutrasi keamana mobil di masa pandemi
Keamanan mobil di masa pandemi Foto: Toyota

Kemenhub membagi beberapa wilayah berkendara dengan empat zonasi yakni merah, oranye, kuning dan hijau. Untuk zonasi merah merupakan wilayah yang masih rawan penyebaran virus covid-19, dan dinilai tidak terkendali terhadap penyebarannya.

Baca juga: Intip koleksi mobil Jenderal Idham Azis yang setia pada satu merek

“Mengenai pergerakan orang dan kendaraan, dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini jika perjalanan dari zona yang berbeda, maka harus mengikuti aturan dari zona yang terburuk. Misalnya dari zona hijau menuju ke zona merah, maka ketentuan yang berlaku adalah dengan zona merah. Jika dari zona oranye ke zona hijau pun yang berlaku adalah ketentuan zona oranye,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi seperti dilansir Antaranews, Kamis 11 Juni 2020.

Zonasi oranye, risiko sedang, yaitu PSBB resiko tinggi penyebaran dan potensi virus tidak terkendali, transmisi lokal sudah terjadi dengan cepat, klaster-klaster baru mungkin bisa dipantau dan dikontrol melalui testing dan tracing agresif, masyarakat disarankan tetap berada di rumah.

Zona kuning adalah risiko ringan, yaitu penyebaran terkendali tetap ada kemungkinan transmisi lokal, transmisi lokal tingkat rumah tangga bisa terjadi, klaster penyebaran terpantau dan tidak bertambah, masyarakat bisa beraktivitas di luar rumah dengan protokol kesehatan, physical distancing jika di luar rumah di semua aspek termasuk transportasi publik, perjalanan dengan protokol kesehatan diperbolehkan.

Penumpang mobil di saat pandemi
Ilustrasi pengemudi menjaga jarak penumpang Foto: Ist

Zona hijau adalah aman, yaitu resiko penyebaran virus ada tetapi tidak ada kasus positif, penyebaran COVID-19 terkontrol, resiko penyebaran tetap ada di tempat-tempat isolasi, perjalanan diperbolehkan, physical distancing, aktivitas bisnis dibuka normal dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Selain itu, dalam SE Nomor 11/2020 ini pedoman dan petunjuk teknis penyelenggaraan transportasi darat pada masa adaptasi kebiasaan baru akan dilakukan dengan tiga fase yang disebut Fase I, Fase II, dan Fase III.

Fase I merupakan pembatasan bersyarat, yaitu mulai 9 Juni 2020 sampai dengan 30 Juni 2020. Fase II merupakan masa pemulihan/penyebaran terkendali, yaitu mulai 1 Juli 2020 sampai dengan 31 Juli 2020 dan Fase III merupakan normal baru yaitu mulai 1 Agustus 2020 sampai dengan 31 Agustus 2020.

pada zona oranye, kuning, dan hijau maka dapat mengangkut dengan kapasitas penumpang 70 persen pada fase I dan II, serta pada fase III dapat beroperasi dengan kapasitas maksimum hingga 85 persen.

“Khusus angkutan karyawan, pada zona merah dan oranye hanya diperbolehkan mengangkut paling banyak 70 persen kapasitas penumpang. Sementara pada zona kuning dan hijau untuk fase I dan II paling banyak 70 persen kapasitas penumpang dan fase III dengan kapasitas maksimum 85 persen,” ucap Budi.

Sementara pada angkutan taksi, angkutan sewa khusus, maupun angkutan sewa umum pada zona merah dan oranye dapat beroperasi dengan kapasitas penumpang 50 persen, sementara pada zona kuning dan hijau pada fase I dapat beroperasi dengan kapasitas maksimum 50 persen, sedangkan pada fase II dan III maksimum 75 persen.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close